CH. IIVol. 02 · Bab 02 (02)
SIM Kelembagaan LLDIKTI VII
Sistem informasi yang mendigitalkan pengelolaan data dan akreditasi perguruan tinggi swasta se-Jawa Timur.
Sebelumnya, pengajuan akreditasi dan pengelolaan dokumen legal perguruan tinggi swasta dikerjakan lewat berkas yang berpindah tangan dari satu meja ke meja lain. Petugas harus menebak berkas mana yang belum lengkap, dan riwayat pemeriksanya tidak pernah tercatat rapi.
Lewat program MSIB Angkatan 7 saya magang sebagai System Analyst di LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur dan ikut membangun sistem kelembagaan yang menggantikan alur itu: pengajuan masuk lewat aplikasi, diperiksa berjenjang, dokumen legalnya tersimpan di Google Drive, dan setiap langkahnya meninggalkan jejak yang bisa diaudit.
Reponya milik instansi, jadi halaman ini berisi ceritanya, angkanya, dan cara kerjanya — tanpa kodenya.
Sistem kelembagaan LLDIKTI Wilayah VII — pendataan dan pengajuan akreditasi perguruan tinggi swasta.
Yang tercatat di riwayat kerja.
01 · Riset lapangan
Menelusuri cara kerja yang sudah ada
Pekerjaan pertama bukan coding, tapi mengikuti alurnya: menemui petugas, mengumpulkan contoh berkas yang paling sering bermasalah, lalu menggambar prosesnya di kertas. Dari situ baru jelas bahwa masalahnya bukan alat, tapi tidak ada satu tempat yang tahu status sebuah berkas.
catatan kerja, apa adanya
- wawancara petugas verifikasi: di mana berkas paling sering macet
- petakan tiga tingkat organisasi: lembaga, yayasan, kampus
- gambar alur status berkas dari masuk sampai keluar rekomendasi
02 · Model data
Menyusun data sebelum menyusun tampilan
Struktur datanya saya rancang lebih dulu: satu perguruan tinggi bisa punya yayasan, satu yayasan bisa punya banyak kampus, dan setiap dokumen legal menempel ke tingkat yang benar. Laravel 11 dipilih karena cocok untuk tabel relasional yang rapi dan aturan otorisasinya yang rumit.
catatan kerja, apa adanya
- migrasi tabel lembaga, yayasan, dan kampus dengan relasinya
- tabel pengajuan: status, riwayat, dan siapa yang mengubahnya
- aturan otorisasi per peran supaya petugas tidak bisa saling menimpa
03 · Alur verifikasi
Pemeriksaan dua tahap
Pengajuan tidak langsung dinilai. Ada tahap pemeriksaan kelengkapan dokumen, baru tahap penilaian substansi, dan hasilnya diteruskan sebagai rekomendasi. Dengan cara ini petugas tidak lagi menerima berkas yang belum lengkap ke meja penilaian.
catatan kerja, apa adanya
- form pengajuan bertahap, hanya bagian relevan yang diminta
- daftar tugas petugas: yang menunggu diperiksa, yang dikembalikan
- halaman keputusan dengan catatan pemeriksa yang tersimpan
04 · Dokumen
Berkas legal yang tidak hilang
Dokumen legal seperti SK dan Akta disimpan ke Google Drive lewat API-nya, sementara datanya tetap tercatat di MySQL. Kalau berkasnya gagal terunggah, sistem menandainya jelas supaya tidak ada pengajuan yang terlihat lengkap padahal lampirannya kosong.
catatan kerja, apa adanya
- unggah dokumen legal ke Google Drive lewat API
- tandai berkas yang gagal terunggah, jangan biarkan lolos
- halaman unduh terkendali, hanya untuk peran yang berhak
05 · Serah terima
Menutup pekerjaan dengan rapi
Menjelang akhir magang saya menyiapkan dokumentasi alur dan menyerahkan sistemnya ke tim di sana. Aplikasinya sudah dipakai untuk pendataan dan pengajuan, dan saya masih bisa membukanya untuk memastikan semuanya berjalan.
catatan kerja, apa adanya
- dokumentasi alur verifikasi untuk petugas baru
- bersihkan data uji, siapkan data awal yang benar
- bungkus jadi satu perintah Docker, serah terima ke instansi
Cara semuanya disusun.
Cara bagian-bagian bicara
- 01Kampusajukan berkas online
- 02Petugasperiksa kelengkapan
- 03Penilaianverifikasi substansi
- 04Arsip legalSK · Akta di Google Drive
- 05Rekomendasisurat terbit, riwayat tercatat
Isi proyek
- /manajemen/lembaga
- /manajemen/yayasan
- /manajemen/kampus
- /akreditasi/pengajuan
- /akreditasi/verifikasi
- /akreditasi/penilaian
- /dokumen/legal
- /dokumen/drive
- /laporan
Proyek privat, jadi tidak ada kode di halaman ini. Struktur di atas diambil darinya.